Wajah Iblis Edward Mordrake, jadi Hoaks Terbesar dalam Sejarah Dunia?

Nationalgeographic.co.id—Kisah tentang Edward Mordrake telah berhembus selama lebih dari satu abad sebagai salah satu cerita medis paling menyeramkan yang pernah ada.

Pria bangsawan asal Inggris ini diyakini lahir dengan kutukan luar biasa: sebuah wajah tambahan di bagian belakang kepalanya.

Wajah kedua tersebut digambarkan tidak pernah tidur, selalu tersenyum miring saat Mordrake menangis, serta terus membisikkan hal-hal mengerikan hingga mendorongnya mengakhiri hidup di usia 23 tahun.

Namun, apakah tragedi kelam bangsawan bertangan dingin ini benar-benar mencatatkan sejarah medis dunia, ataukah hanya sebuah rekayasa imajinasi publik belaka?

Jejak Imajinasi Charles Lotin Hildreth di Balik Kabut Fenomena

Awal mula meletusnya legenda ini berasal dari surat kabar Boston Sunday Post terbitan 8 Desember 1895 lewat artikel bertajuk “The Wonders of Modern Science“. Artikel karya Charles Lotin Hildreth tersebut memaparkan sederet makhluk aneh yang diklaim sebagai laporan resmi dari “Royal Scientific Society”.

Selain Mordrake, Hildreth menuliskan keberadaan manusia kepiting, wanita duyung bernama “fish woman of Lincoln“, hingga “Norfolk spider” yang diklaim oleh seorang pendeta Anglikan dengan pernyataan, “Saya melihat makhluk mengerikan ini sendiri, jika tidak, saya tidak akan percaya pada manifestasi murka Sang Pencipta yang begitu mengerikan.”

Namun, penelusuran fakta yang dilakukan oleh Alex Boese melalui platform Museum of Hoaxes membongkar bahwa seluruh klaim tersebut sepenuhnya rekayasa. Hildreth faktanya merupakan seorang penulis fiksi spekulatif dan penyair yang gemar mengarang kisah-kisah fantastis.

Investigasi Boese pada basis data Royal Society of London menunjukkan bahwa lembaga bernama “Royal Scientific Society” tidak pernah ada dalam sejarah Western world, dan seluruh arsip laporan mengenai manusia aneh dalam artikel tersebut sama sekali tidak terdaftar.

Kisah rekaan ini semakin menyebar luas dan dianggap nyata setelah dua dokter mata asal Amerika Serikat, George M. Gould dan Walter L. Pyle, memasukkannya ke dalam buku medis mereka pada tahun 1896 yang berjudul Anomalies and Curiosities of Medicine.

Tanpa melakukan verifikasi kebenaran dan langsung menyalin narasi Hildreth secara mentah-mentah, buku ilmiah tersebut memberikan legitimasi palsu yang membuat publik memercayai kisah Mordrake hingga puluhan tahun berikutnya.

Nationalgeographic.co.id—Kisah tentang Edward Mordrake telah berhembus selama lebih dari satu abad sebagai salah satu cerita medis paling menyeramkan yang pernah ada.

Pria bangsawan asal Inggris ini diyakini lahir dengan kutukan luar biasa: sebuah wajah tambahan di bagian belakang kepalanya.

Wajah kedua tersebut digambarkan tidak pernah tidur, selalu tersenyum miring saat Mordrake menangis, serta terus membisikkan hal-hal mengerikan hingga mendorongnya mengakhiri hidup di usia 23 tahun.

Namun, apakah tragedi kelam bangsawan bertangan dingin ini benar-benar mencatatkan sejarah medis dunia, ataukah hanya sebuah rekayasa imajinasi publik belaka?

Jejak Imajinasi Charles Lotin Hildreth di Balik Kabut Fenomena

Awal mula meletusnya legenda ini berasal dari surat kabar Boston Sunday Post terbitan 8 Desember 1895 lewat artikel bertajuk “The Wonders of Modern Science“. Artikel karya Charles Lotin Hildreth tersebut memaparkan sederet makhluk aneh yang diklaim sebagai laporan resmi dari “Royal Scientific Society”.

Selain Mordrake, Hildreth menuliskan keberadaan manusia kepiting, wanita duyung bernama “fish woman of Lincoln“, hingga “Norfolk spider” yang diklaim oleh seorang pendeta Anglikan dengan pernyataan, “Saya melihat makhluk mengerikan ini sendiri, jika tidak, saya tidak akan percaya pada manifestasi murka Sang Pencipta yang begitu mengerikan.”

Namun, penelusuran fakta yang dilakukan oleh Alex Boese melalui platform Museum of Hoaxes membongkar bahwa seluruh klaim tersebut sepenuhnya rekayasa. Hildreth faktanya merupakan seorang penulis fiksi spekulatif dan penyair yang gemar mengarang kisah-kisah fantastis.

Investigasi Boese pada basis data Royal Society of London menunjukkan bahwa lembaga bernama “Royal Scientific Society” tidak pernah ada dalam sejarah Western world, dan seluruh arsip laporan mengenai manusia aneh dalam artikel tersebut sama sekali tidak terdaftar.

Kisah rekaan ini semakin menyebar luas dan dianggap nyata setelah dua dokter mata asal Amerika Serikat, George M. Gould dan Walter L. Pyle, memasukkannya ke dalam buku medis mereka pada tahun 1896 yang berjudul Anomalies and Curiosities of Medicine.

Tanpa melakukan verifikasi kebenaran dan langsung menyalin narasi Hildreth secara mentah-mentah, buku ilmiah tersebut memberikan legitimasi palsu yang membuat publik memercayai kisah Mordrake hingga puluhan tahun berikutnya.

Kepopuleran kisah tragis ini membuktikan bagaimana seni karangan tabloid yellow journalism akhir abad ke-19 mampu memanipulasi fakta sains dan bertahan sebagai salah satu hoaks paling abadi sepanjang sejarah.

Pengetahuan tak terbatas kini lebih dekat. Simak ragam ulasan jurnalistik seputar sejarah, budaya, sains, alam, dan lingkungan dari National Geographic Indonesia melalui pranalaWhatsApp ChanneldanGoogle News. Ketika arus informasi begitu cepat, jadilah bagian dari komunitas yang haus akan pengetahuan mendalam dan akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *