Esports kini identik dengan turnamen besar, pemain profesional, tim internasional, dan jutaan penggemar. Namun, perjalanan olahraga elektronik ternyata sudah dimulai puluhan tahun sebelum pertandingan game dapat disaksikan melalui internet.
Salah satu titik penting dalam sejarah awal esports berasal dari game Spacewar!. Game tersebut dikembangkan untuk komputer DEC PDP-1 di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Konsep awalnya muncul pada 1961, sedangkan versi pertamanya dibuat oleh Steve Russell dan kemudian dikembangkan bersama sejumlah rekannya pada 1962.
Kompetisi Video Game Sudah Ada Sejak 1972
Peristiwa bersejarah terjadi pada 1972 di Stanford University, ketika kompetisi Spacewar! yang dikenal sebagai Intergalactic Spacewar Olympics digelar. Acara tersebut menjadi salah satu tonggak paling awal dalam sejarah kompetisi video game.
Catatan sejarah Stanford mengenai budaya permainan komputer juga menghubungkan Spacewar! dengan kompetisi tersebut. Pertandingan itu bahkan diliput Stewart Brand untuk majalah Rolling Stone pada Desember 1972.
Pada masa tersebut tentu belum ada panggung esports dengan layar LED raksasa, siaran langsung internet ataupun hadiah bernilai jutaan dolar. Komputer sendiri masih merupakan teknologi mahal yang terutama tersedia di universitas dan pusat penelitian.
Dari Laboratorium Komputer ke Permainan Komersial
Perkembangan video game kemudian bergerak keluar dari lingkungan laboratorium. Pada September 1971, Galaxy Game, yang merupakan implementasi Spacewar!, dipasang di Tresidder Union, Stanford. Mahasiswa bahkan dilaporkan rela mengantre lebih dari satu jam untuk memainkannya.
Popularitas permainan arcade kemudian ikut membawa video game kepada masyarakat yang jauh lebih luas. Kehadiran game seperti Pong dan kemudian Space Invaders membantu membentuk budaya bermain video game yang akhirnya berkembang di berbagai negara.
Munculnya Era Esports Modern
Perkembangan komputer pribadi, konsol, jaringan lokal dan akhirnya internet mengubah kompetisi game secara drastis. Pemain tidak lagi harus berada di satu komputer atau tempat yang sama untuk berkompetisi.
Memasuki era 1990-an dan 2000-an, game kompetitif semakin berkembang. Genre seperti first-person shooter (FPS), real-time strategy (RTS), fighting game, dan kemudian MOBA melahirkan komunitas kompetitif dengan karakteristik masing-masing.
Perkembangan koneksi internet juga memungkinkan pertandingan antarpemain dari wilayah berbeda sekaligus membuat kompetisi lebih mudah diselenggarakan dan disaksikan.
Esports Berubah Menjadi Industri Profesional
Dalam perkembangannya, bermain secara kompetitif tidak lagi sekadar kegiatan komunitas. Tim mulai memiliki struktur organisasi, pemain menjalani latihan rutin, liga profesional bermunculan dan turnamen diselenggarakan dengan produksi layaknya pertandingan olahraga.
Game seperti Counter-Strike, StarCraft, Dota, League of Legends, hingga generasi berikutnya seperti VALORANT menjadi bagian dari perkembangan kompetisi game modern.
Kemunculan platform streaming semakin memperbesar jangkauan esports. Penonton tidak perlu hadir di arena karena pertandingan dapat disaksikan secara langsung melalui internet dari berbagai negara.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa esports tidak muncul secara tiba-tiba. Akar budaya kompetitifnya dapat ditelusuri hingga eksperimen permainan komputer pada 1960-an dan kompetisi Spacewar! pada 1972. Dari komputer PDP-1 di lingkungan akademik, kompetisi video game kemudian berkembang menjadi fenomena hiburan global.
