Singkap Kebakaran Terburuk Sepanjang Sejarah Dunia Beserta Kerugiannya

Nationalgeographic.co.id—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering terjadi di Indonesia. Salah satu peristiwa yang mendapat perhatian banyak orang adalah karhutla yang terjadi di Kalimantan. Bencana ini merupakan masalah tahunan yang harus segera dicari jalan keluarnya.

Bencana ini menyebabkan banyak masalah. Seperti krisis kabut asap parah, memicu gangguan pernapasan massal, dan merusak habitat flora dan fauna. Kebakaran hutan dan lahan juga mempercepat pemanasan global akibat lepasnya emisi karbon dalam jumlah besar.

Apakah ada negara lain yang mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan yang lebih parah daripada yang terjadi di Indonesia? Mari kita ulas beberapa kebakaran hutan dan lahan terbesar dalam sejarah dunia.

Kebakaran Taiga Siberia 2003 (Rusia) – 22 Juta Hektare

Tahun 2003 merupakan salah satu musim panas terpanas yang dialami Eropa. Saat itu, serangkaian kebakaran yang sangat dahsyat terjadi di hutan taiga Siberia Timur. Kebakaran itu menghancurkan lebih dari 22 juta hektare lahan.

Kombinasi kondisi yang sangat kering dan peningkatan eksploitasi manusia selama beberapa dekade terakhir diyakini turut berperan. “Bencana itu dikenang sebagai salah satu kebakaran hutan paling dahsyat dan terbesar dalam sejarah manusia,” tulis Anjella Klaiber di laman Earth.

Kebakaran menyebar di Siberia dan Timur Jauh Rusia, Tiongkok utara, dan Mongolia utara. Kebakaran hutan ini juga mengirimkan kepulan asap yang mencapai Kyoto ribuan kilometer jauhnya.

Emisi dari kebakaran taiga Siberia dapat dibandingkan dengan pengurangan emisi yang dijanjikan oleh Uni Eropa di bawah Protokol Kyoto. Dan dampaknya masih dapat dilihat dalam studi lingkungan saat ini tentang penipisan ozon.

Kebakaran Hutan Australia 2019/2020 (Australia) – 17 Juta Hektare

Kebakaran hutan Australia tahun 2020 tercatat dalam sejarah karena dampaknya yang dahsyat terhadap satwa liar. Kebakaran hutan ekstrem tersebut melanda New South Wales dan Queensland di Australia tenggara. Bencana ini membakar 17 juta hektare, menghancurkan ribuan bangunan, dan menewaskan puluhan orang serta 3 miliar hewan. Termasuk 61.000 koala.

Australia mengalami tahun terpanas dan terkering dalam sejarahnya pada akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Panas dan kering merupakan faktor utama penyebab kebakaran hutan yang menghancurkan tersebut.

Data yang dirilis oleh badan pemantau iklim menunjukkan suhu rata-rata Australia pada tahun 2019 1,52°C lebih tinggi dari rata-rata. Maka, tahun 2019 adalah tahun terpanas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1910. Bulan Januari 2019 adalah bulan terpanas yang pernah tercatat di Australia. Curah hujan 40% di bawah rata-rata, level terendah sejak tahun 1900.

Kebakaran Wilayah Barat Laut 2014 (Kanada) – 3,4 Juta Hektare

Pada musim panas 2014, lebih dari 150 kebakaran terpisah terjadi di seluruh Northwest Territories. Area seluas sekitar 1,1 miliar kilometer persegi itu berada di wilayah Kanada utara.

Sebanyak 13 kebakaran di antaranya diyakini disebabkan oleh manusia. Asap yang dihasilkan memicu peringatan kualitas udara di seluruh negeri serta di Amerika Serikat. Bahkan, asap terlihat hingga sejauh Portugal di Eropa barat.

Total hampir 3,5 juta hektare hutan hancur total dan operasi pemadam kebakaran menelan biaya pemerintah sebesar 44,4 juta dolar AS (sekitar 785 miliar rupiah). Konsekuensi yang menghancurkan ini menjadikan kebakaran di Northwest Territories sebagai salah satu yang terburuk yang tercatat dalam hampir tiga dekade.

Musim Kebakaran Alaska 2004 (AS) – 2,6 Juta Hektare

Musim kebakaran tahun 2004 di Alaska merupakan yang terburuk dalam sejarah negara bagian Alaska dalam hal luas lahan yang terbakar. Lebih dari 2,6 juta hektare lahan terbakar akibat 701 kebakaran. 215 di antaranya disebabkan oleh sambaran petir; 426 lainnya disebabkan oleh manusia.

Musim panas tahun 2004 sangat hangat dan basah dibandingkan dengan iklim musim panas khas pedalaman Alaska. Hal itu mengakibatkan jumlah sambaran petir yang mencapai rekor. Setelah berbulan-bulan terjadi sambaran petir dan peningkatan suhu, bulan Agustus yang sangat kering mengakibatkan kebakaran yang berlanjut hingga September.

Kebakaran Hutan Black Friday 1939 (Australia) – 2 Juta Hektare

Tercatat dalam sejarah sebagai Black Friday, kebakaran hutan menghancurkan lebih dari 2 juta hektare di Victoria pada 1939. “Kebakaran itu merupakan puncak dari kekeringan selama beberapa tahun, diikuti oleh suhu tinggi dan angin kencang,” ungkap Klaiber.

Kebakaran tersebut meliputi lebih dari tiga perempat wilayah negara bagian dan mengakibatkan 71 korban jiwa. Karena itu, menjadikannya kebakaran hutan paling mematikan ketiga dalam sejarah Australia.

Kebakaran berlangsung selama beberapa hari. Kemudian pada tanggal 13 Januari, ketika suhu mencapai 44,7 derajat Celsius di Melbourne dan 47,2 derajat Celsius di Mildura, kebakaran tersebut meluas. Bencana ini merenggut 36 nyawa. Juga menghancurkan lebih dari 700 rumah, 69 pabrik penggergajian kayu serta beberapa pertanian dan bisnis. Abu dari kobaran api jatuh hingga sejauh Selandia Baru.

Kebakaran Besar 1919 (Kanada) – 2 Juta Hektare

The Great Fire 1919 masih dikenang sebagai salah satu kebakaran hutan terbesar dan paling dahsyat dalam sejarah. Padahal, bencana ini terjadi lebih dari seabad yang lalu.

Pada awal Mei, serangkaian kebakaran melanda hutan boreal di provinsi Alberta dan Saskatchewan, Kanada. Kayu yang ditebang untuk industri kayu, dikombinasikan dengan angin kencang dan kering, menyebabkan api menyebar dengan cepat. Dalam beberapa hari saja, sekitar 2 juta hektare lahan hangus. Kebakaran menghancurkan ratusan bangunan dan menelan 11 korban jiwa.

Kebakaran Chinchaga 1950 (Kanada) – 1,7 Juta Hektare

Juga dikenal sebagai kebakaran Wisp dan “Kebakaran 19”, Kebakaran Hutan Chinchaga membakar wilayah British Columbia Utara dan Alberta. Kebakaran ini berlangsung dari bulan Juni hingga awal musim gugur tahun 1950.

Bencana ini tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kebakaran terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Amerika Utara. Kebakaran Chinchaga membakar area seluas sekitar 1,7 juta hektare.

Dampaknya terhadap bangunan dan ancaman terhadap manusia lebih rendah. Namun, kurangnya permukiman di wilayah tersebut memungkinkan api untuk menyebar dengan bebas. Jumlah asap yang sangat besar dari kobaran api menciptakan “selubung asap besar” yang bersejarah. Selubung asap besar itu merupakan awan asap tebal yang menutupi matahari selama hampir seminggu. Selubung itu menjadi biru dan membuatnya terlihat dengan mata telanjang tanpa rasa tidak nyaman. Fenomena ini dapat diamati selama beberapa hari di seluruh Amerika Utara bagian timur dan Eropa.

Kebakaran Hutan Bolivia 2010 (Amerika Selatan) – 1,5 Juta Hektare

Pada Agustus 2010, lebih dari 25.000 kebakaran terjadi di seluruh Bolivia. Kebakaran meliputi area seluas sekitar 1,5 juta hektare, terutama merusak bagian Amazon di negara tersebut.

Asap tebal yang dihasilkan memaksa pemerintah untuk menghentikan banyak penerbangan dan menyatakan keadaan darurat. Salah satu penyebabnya adalah kombinasi kebakaran yang dimulai oleh petani untuk membersihkan lahan untuk penanaman. Juga karena vegetasi kering akibat kekeringan ekstrem yang dialami negara tersebut selama bulan-bulan musim panas.

Kebakaran hutan Bolivia merupakan salah satu yang terburuk yang dialami negara Amerika Selatan tersebut dalam hampir 30 tahun.

Kebakaran Besar Connecticut 1910 (AS) – 1,2 Juta Hektare

Juga disebut Big Burn, Big Blowup atau the Devil’s Broom fire, kebakaran hutan ini mengamuk di negara bagian Idaho dan Montana selama bulan-bulan musim panas tahun 1910.

The Great Fire 1919 masih dikenang sebagai salah satu kebakaran hutan terbesar dan paling dahsyat dalam sejarah. Padahal, bencana ini terjadi lebih dari seabad yang lalu.

Pada awal Mei, serangkaian kebakaran melanda hutan boreal di provinsi Alberta dan Saskatchewan, Kanada. Kayu yang ditebang untuk industri kayu, dikombinasikan dengan angin kencang dan kering, menyebabkan api menyebar dengan cepat. Dalam beberapa hari saja, sekitar 2 juta hektare lahan hangus. Kebakaran menghancurkan ratusan bangunan dan menelan 11 korban jiwa.

Kebakaran Chinchaga 1950 (Kanada) – 1,7 Juta Hektare

Juga dikenal sebagai kebakaran Wisp dan “Kebakaran 19”, Kebakaran Hutan Chinchaga membakar wilayah British Columbia Utara dan Alberta. Kebakaran ini berlangsung dari bulan Juni hingga awal musim gugur tahun 1950.

Bencana ini tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kebakaran terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Amerika Utara. Kebakaran Chinchaga membakar area seluas sekitar 1,7 juta hektare.

Dampaknya terhadap bangunan dan ancaman terhadap manusia lebih rendah. Namun, kurangnya permukiman di wilayah tersebut memungkinkan api untuk menyebar dengan bebas. Jumlah asap yang sangat besar dari kobaran api menciptakan “selubung asap besar” yang bersejarah. Selubung asap besar itu merupakan awan asap tebal yang menutupi matahari selama hampir seminggu. Selubung itu menjadi biru dan membuatnya terlihat dengan mata telanjang tanpa rasa tidak nyaman. Fenomena ini dapat diamati selama beberapa hari di seluruh Amerika Utara bagian timur dan Eropa.

Kebakaran Hutan Bolivia 2010 (Amerika Selatan) – 1,5 Juta Hektare

Pada Agustus 2010, lebih dari 25.000 kebakaran terjadi di seluruh Bolivia. Kebakaran meliputi area seluas sekitar 1,5 juta hektare, terutama merusak bagian Amazon di negara tersebut.

Asap tebal yang dihasilkan memaksa pemerintah untuk menghentikan banyak penerbangan dan menyatakan keadaan darurat. Salah satu penyebabnya adalah kombinasi kebakaran yang dimulai oleh petani untuk membersihkan lahan untuk penanaman. Juga karena vegetasi kering akibat kekeringan ekstrem yang dialami negara tersebut selama bulan-bulan musim panas.

Kebakaran hutan Bolivia merupakan salah satu yang terburuk yang dialami negara Amerika Selatan tersebut dalam hampir 30 tahun.

Kebakaran Besar Connecticut 1910 (AS) – 1,2 Juta Hektare

Juga disebut Big Burn, Big Blowup atau the Devil’s Broom fire, kebakaran hutan ini mengamuk di negara bagian Idaho dan Montana selama bulan-bulan musim panas tahun 1910.

Kebakaran yang memecahkan rekor tersebut menghanguskan hampir 526.000 hektare lahan. Bencana tersebut mengakibatkan evakuasi 24.500 orang dari 32 komunitas berbeda. Biaya untuk memadamkannya mencapai 52 juta dolar AS (sekitar 920 miliar rupiah).

Kebakaran selama bulan-bulan musim panas bukanlah hal baru di Manitoba. Tapi jumlah kebakaran yang terjadi pada tahun 1989 hampir 4,5 kali lebih tinggi daripada rata-rata 20 tahun yaitu 120 kebakaran bulanan. Sementara kebakaran bulan Mei sebagian besar disebabkan oleh tindakan manusia, sebagian besar kebakaran bulan Juli disebabkan oleh aktivitas petir yang hebat.

Kebakaran Hutan Texas 2024 (AS) – 445.000 Hektare

Kebakaran hutan Texas 2024 merujuk pada beberapa kebakaran besar yang terjadi pada akhir Februari 2024 di negara bagian AS. Termasuk Kebakaran Smokehouse Creek di Hutchinson County. Bencana ini adalah peristiwa kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Texas.

Kebakaran Smokehouse Creek saja telah menghanguskan sekitar 445.000 hektare. Angka itu melampaui kebakaran besar East Amarillo Complex pada tahun 2006 yang menghanguskan hampir 404.000 hektar. Kebakaran hutan Texas menjadi kebakaran terbesar kedua dan paling merusak dalam sejarah Amerika Serikat.

Itu ulasan tentang beberapa kebakaran hutan dan lahan terbesar dalam sejarah dunia. Sebagian kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh alam. Selain itu, keserakahan manusia juga turut menjadi penyebabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *